2

Meet the Sp. KK #2

Setelah 2 kali kunjungan ke dr. Hastono, Sp. KK dan alhamdulillah wajah kembali ke keadaan normal, hanya muncul satu dua jerawat ketika PMS, akhirnya terjadilah lagi hal mendesak yang memaksa saya untuk visit doctor lagi.

Jadi ceritanya April lalu saya ikut kelas make up dan wajah ini harus terkena foundation hampir setiap hari. Setelah satu minggu ikut kelas tersebut muncul jerawat besar-besar di wajah ini *tears. Beda dari yang dulu, jerawat cystic dengan cairan didalam setiap jerawat, kali ini tanpa cairan tapi buesar-besar dan nangkring di sekitar 5 titik di wajah, ada satu atau dua titik yang diisi 2 jerawat *tears **gulingguling. Karena kelas make up yang saya ikuti masih kurang lebih satu setengah bulan lagi, tanpa nunggu muncul jerawat lagi, baik yang besar maupun cystic, saya datang ke tempat praktik beliau sore harinya. Sedtelah daftar-antri-cek tekanan darah dengan frontlinernya-antri lagi kemudian ketika tiba giliran masuklah saya ke ruang praktik dan seperti yang kemaren-kemaren berbaring dan diperiksa. Kali ini vonisnya berbeda, sangat berbeda dengan kali pertama saya kesini. Jerawat yang saya derita ini masuk kategori yang besar dan dalam, yang mana kurang efektif jika hanya diobati dengan salep yang dulu pernah dipakai. Jadi diputuskan kalau saya harus disuntik untuk mengobati jerawatnya.

Saya bukan termasuk orang yang parnoan sama suntikan, jadi saya manut saja ketika harus berpindah tempat ke samping (lebih tepatnya didepan tempat duduk dr. Hastono), masih seruangan hanya terbatasi oleh selambu bersama salah satu embak yang nunggu di front line tadi. Yang saya lupa tanyakan adalah bagian mana yang harus disuntik? Lengankah atau pa*tatkah? dan ternyata, jengjengjeng, yang disuntik adalah bagian jerawatnya saudara-saudara, ga cuman satu tapi di setiap jerawat yang besar-besar tersebut. Ada Lima *tears. Bismillah, suntik lima kali selesai, clekit-clekit tapi 2 hari jerawat hilang dan ga balik-balik lagi, wajah mulus-lus selama ikut kelas make up. Enak gini sih sebenernya, hehehe..

12424896_574624176046724_50555146_n

Kali ini saya harus membayar sebesar 180k untuk konsultasi dan suntikan, resepnya ga ketebus 😛

Oiya, yang mau reservasi untuk konsultasi ke dokter Hastono bisa lihat di pict yang saya lampirkan yaa. Bisa telpon tapi pas jam praktiknya.

2

Meet the SpKK

Per awal Maret 2015 wajah saya sudah mencapai pada titik klimaks untuk mentolerir tumbuhnya jerawat. Dimana wajah saya kian memerah, memanas dan membengkak di bagian pipi dikarenakan cystic acne yang semakin meradang. Sebenarnya sudah beberapa minggu terakhir saya mulai memikirkan untuk segera bertemu dengan dokter yang bener-bener ahli di bidang kulit *dan kelamin. Dan pilihan saya jatuh pada dr. Hastono, SpKK, dengan alasan beliau adalah satu-satunya dokter spesialis kulit di Bojonegoro, *ya-iyalah emang ga ada pilihannya.

Dengan kondisi wajah seperti yang saya sebutkan diatas, memerah, memanas, meradang dan membengkak saya datangi tempat praktik beliau, dengan menggunakan masker penutup wajah tentunya. Begitu saya masuk keruangan beliau dan membuka masker, beliau dengan lembutnya mengatakan, “Loh-loh, itu diapain aja wajahnya?” belum juga saya duduk, dokter #sigh. Singkat cerita saja, karena pertemuan pertama saya dengan dr. Hastono juga terbilang cukup kilat, setelah berbaring dan disenter ini muka untuk lebih memastikan bahwa jerawat saya butuh penanganan serius diputuskanlah oleh sang dokter untuk mencoretkan resep untuk kemudian langsung saya tebus di apotik tempat beliau praktik.

Cukup kecewa sebenarnya dalam pertemuan perdana saya dengan dokter SpKK ini, selain karena saya baru sempat bercerita bahwa saya dulu pernah pakai krim dokter umum yang melayani konsultasi kecantikan *marak lho yang seperti ini, iya kan? dan beberapa pengobatan herbal yang sudah saya lakukan, dengan jawaban, “hadhuh, jangan percaya yang begituan yaa” juga karena tidak ada saran terapi suportif yang bisa saya lakukan untuk memerangi jerawat ini. Oiya, saya sempat melakukan terapi suportif juga untuk pengobatan jerawat saya ini, salah satunya dengan cara menjaga kebersihan, dimana saya menjadi super freak dengan kebersihan terutama yang menyangkut hajat wajah.

Disinilah kita sering keliru, dan disinilah saya mencoba untuk merubah konsep pemikiran, terutama saya sendiri. Bahwa bertemu dengan dokter sebenarnya memiliki tujuan untuk mendapatkan saran-saran terapi yang bisa dilakukan terlebih dahulu oleh si pasien sebelum akhirnya mendapatkan pengobatan secara khusus. namun, apalah-apalah, resep sudah dicoretkan dan dokter sudah memutuskan jadi bismillah saya ambil langkah pengobatan dari dr. Hastono, SpKK ini secara intens.

Dari pertemuan pertama ini saya mendapatkan 3 item untuk terapi jerawat, satu obat dari dalam, satu acne cleanser botol besar dan satu acne killer bertajuk Revi di botol kecil. Obat dari dalam berupa kapsul clyndamycin 150gr *silahkan googling yaa, sebanyak 20 biji untuk diminum selama 10 hari, dan apabila obat tersebut habis diharapkan untuk berkonsultasi kembali. satu acne cleanser yang perannya sama dengan cleanser / cleansing yang dijual di pasaran, dan satu Revi yang hampir mirip dengan acnol hanya saja labih cair. Dan review untuk ketiga item ini adalah, jeng-jeng-jeng, ampuh untuk jerawat saya. Selang satu minggu pemakaian ketiga produk ini kondisi wajah benar-benar jauh membaik, terutama untuk peradangan yang memerah dan memanas. Namun memang bukan cara instant yang diharapkan, masih ada beberapa jerawat bahkan yang masih ada zit-nya muncul terutama di dahi, karena sepertinya di bagian pipi sudah keluar semua. #alhamdulillah

Tepat sepuluh hari kemudian kembali saya menemui dr. Hastono SpKK, kali ini dengan sambutan, “owh, yang kemarin datang jadi korban dr. Umum itu yaa?”, lahi-lagi tepat setelah pintu baru saja saya tutup dari dalam #mringis. Dari hasil pertemuan kedua ini, dokter menyatakan banyak perubahan pada kulit wajah, *ya-iyalah ini pake produknya dia, masak mau dijelek-jelekin. Dan meneruskan terapi berikutnya tetap menggunakan cleanser dan revi yang masih ada, untuk obat diganti karena saya mengeluhkan tentang darah rendah. Kali ini obat yang masih bertahan sampai sekarang saya minum adalah doxycycline*again, silahkan googling yaa, 100g. Kurang tahu perbedaan efeknya, tapi barangkali kedepannya saya balik pake clyndamycin saja.

 

Jpeg

 

Jadi, sedikit review tambahan untuk yang belum pernah ke dr. Hastono, SpKK

Nama              : dr. Hastono, SpKK

Alamat praktik : Apotik Faradina – Jl. Teuku Umar No. 79 A *sekitaran masjid At Taqwa Bojonegoro

Waktu Praktik  : PAGI, jam 07.00 – 08.00 dan SORE, jam 17.00 – selesai

Biaya                : 80K *dokter saja

Tips dan trik *apalagi ini, kalau ada teman-teman yang bernasib sama dengan apa yang saya alami kemudian berencana berkonsultasi dengan dr. Hastono, kalau dalam resep tertulis obat saja lebih baik coba untuk dibeli di apotik luar, *just advice.